Public Relations
Pengertian Public Relations
Untuk mengetahui apa itu Pengertian Public Relation
kita awali dari era Ivi Lee pada tahun 1906. Ivi lee tercatat sebagai penyandang
profesi public Relation Officer pertama di Amerika Serikat dan dengan
keberhasilanya mengatasi berbagai persoalan krisis yang menimpa beberapa
perusahaan di Amerika Serikat pada waktu itu melalui kiat dan strategy of
public relation tersebut, maka namanya diangkat sebagai “Bapak Hubungan
Masyarakat” abad ini. Sejak saat itulah masyarakat menjadi tahu keberadaan dan
manfaat profesi kehumasan melalui hasil karya gemilangnya di bidang Public
Relation.(Ruslan : 2005 : 5)[1]
Selanjutnya Menurut Cutlip dan Center
dalam Effendy (2009:116) PR adalah fungsi manajemen yang menilai sikap publik,
mengidentifikasi kebijaksanaan dan tata cara seseorang atau organisasi demi
kepentingan publik, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan
untuk meraih pengertian dan dukungan publik.
Public relation adalah proses
interaksi dimana public relation menciptakan opini publik sebagai input yang
menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian, menumbuhkan
motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan keinginan baik,
kepercayaan saling adanya pengertian, dan citra yang baik dari publiknya.
Public Opinion menyebutkan bahwa public relation adalah profesi yang mengurusi
hubungan antara suatu perusahaan dan publiknya yang menentukan hidup perusahaan
itu (Widjaja,2001).[2]
Public relation adalah fungsi khusus
manajemen yang membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama,
pengertian, dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan masalah
manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan merespon opini publik,
menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat
publik, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan
secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan awal untuk membantu
mengantisipasi tren, dan menggunakan penelitian dan teknik suara yang layak
dalam komunikasi sebagai alat utama (Maria, 2002).[3]
Dalam bukunya Effective Public
Relations, M. Cultip & Allen H Center menyebutkan, program kerja public
relations melalui proses empat tahapan atau langkah-langkah pokok, yakni :
1. Research Listening (Penelitian dan
Mendengarkan). Dalam tahap ini Public Relions Officer mempelajari opini,
sikap,. Dan reaksi publik terkait terhadap kebijakan atau produk organisasi.
Dalam tahap ini ditetapkan suatu fakta dan informasi yang berkaitan langsung
dengan kepentingan organisasi, yakni What’s our problem?.
2. Planning Decission ( Perencanaan
pengambilan keputusan).Memberikan sikap, opini, ide, dan reaksi yang berkaitan
dengan kebijaksanaan. Dilakukan pula penetapan program, kerja organisasi yang
sejalan dengan kepentingan atay keinginan-keinginan pihak berkepentingan,
Here’s what what we can do?
3. Communication -Action (
Mengkomunikasikan dan Pelaksanaan). Menjelaskan dan sekaligus menfasirkan
informasi mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan, diharapkan bisa
mempengaruhi pihak-pihak tertentu yang penting dan berpotensi mendukung program
organisasi. Here’s what we didi and why?
4. Evaluation (Mengevaluasi).Mengadakan
penilaian.evaluasi terhadap program dan hasil kerjas aktivitas public
relations. How did we do?
Tujuan utama dari public relation
adalah mempengaruhi perilaku orang secara individu maupun kelompok saat saling
berhubungan, melalui dialog dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan
opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis, 2003).
Definisi Public Relations menurut
International Public Relations Association (IPRA) dalam Rumanti (2005:11), PR
merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan
secara berkesinambungan oleh organisasi-organisasi, lembaga-lembaga umum dan
pribadi dipergunakan untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati
dan dukungan dari mereka yang ada hubungan dan diduga akan ada kaitannya,
dengan cara menilai opini publik mereka, dengan tujuan sedapat mungkin
menghubungkan kebijaksanaan dan ketatalaksanaan, guna mencapai kerja sama yang
lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien,
dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas.
Peran Public Relations tidak bisa
dipisahkan dari Media. Hubungan Public Relations Dengan Media Massa seperti
sisi mata uang yang saling berdampingan. Baik Public Relations maupun media,
masing-masing saling mengisi dan melengkapi, untuk kepentingan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.[4]
Jadi, Pers sangat mempunyai peranan
penting dalam suatu penyebaran informasi atau berita yang dibuat oleh Public
Relations untuk membentuk opini public yang baik. Sedangkan Public
Relations menjadi sumber informasi bagi pers untuk dijadikan bahan
pemberitaan yang nantinya bisa dipublikasikan melalui media massa.
Masyarakat juga dapat menggunakan
pers sebagai penyalur aspirasi dan pendapat serta kritik masyarakat kepada
pemerintah. Dalam hal ini, Public Relations Officer (PRO) harus memperlakukan
semua media massa secara sama, sebab sikap yang tidak sama terhadap media justru
dapat merugikan organisasinya.
Nah, maka dari itu sangat mudah
penting sekali Public Relation untuk mengeluarkan aspirasi apa yang dimiliki
dan bisa tersampaikan kepada orang lain menggunakan ,edia massa saat ini.
[1] Elvinaro, Aldianto&Soemirat, Soleh, 2003,
Dasar-Dasar Public Relation, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
[2] Rumanti, Maria Assumpta. 2005. Dasar-dasar
Public Relations : Teori dan Praktik. Jakarta : Grasindo
[3] Ruslan, Rosady. 2010. Manajemen Public
Relations dan Media Komunikasi. Jakarta : Rajawali Pers
[4] Lubis, Suwardi, 2001, Public Relation dalam
Kontak Survey dan Penelitian, USU Press.
Kusumastuti, 2004. Dasar-Dasar Humas, Gojongkerta,
Ghalia Indonesia
Komentar
Posting Komentar