MAKALAH "Strategi PR''



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Masalah public relations muncul manakala perusahaan melanggar salah satu unsur tersebut. Ini berarti public relationship sebuah organisasi menjadi tanggung jawab para pengelola organisasi tersebut. Sehingga tidak salah bila ada yang mengatakan bahwa perusahaan juga menjalankan kegiatan public relations. Public relationship sebuah perusahaan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab bidang Public Relations. Ia harus menjadi tanggung jawab para pemimpin puncak dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi.
Konsekuensi konsep ini adalah praktisi public relations menjadi penasehat bagi manajemen sehingga menghasilkan kebijakan yang masuk akal dan bisa diterima oleh publik, karena kebijakan dan tindakan organisasi sesuai dengan kepentingan publik. Public relations juga menjadi bagian penting dari pembuat keputusan pada tingkat korporat, yang ikut membantu perubahan organisasi. Dalam hal ini public relations harus menjadi bagian dari manajemen puncak dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Maka diperlukan dalam strategi public relations, guna mengetahui bagaimana strategi yang digunakan untuk mencapai sesuatu yang diharapkan oleh pihak tersebut.
B.      Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud strategi public Relations?
2.      Bagaimana langkah-langkah strategi public Relations?
3.      Apa tujuan dari strategi public relations?
C.      Tujuan
1.      Untuk mengetahui strategi public Relations.
2.      Untuk mengetahui langkah-langkah strategi public Relations.
3.      Untuk mengetahui tujuan public Relations.


BAB II
PEMBAHASAN
A.     Strategi Public Relations
Strategi sebuah organisasi (yang membedakan lingkup arah dan tujuan jangka panjang) ditentukan setelah melakukan analisis dan pengambilan keputusan. Pada umumnya orang, baik dalam lingkungan atau diluar lingkungan organisasi, akan memberikan kontribusi pada proses tersebut. Setelah mengembangkan sebuah strategi selanjutnya  mengkomunikasikannya sehingga dapat diimplementasikan dan mendapat dukungan. Public Relations memiliki peran penting dalam proses tersebut, baik dalam membantu membangun strategi itu sendiri atau dalam mengkomunikasikannya.
Ruth  Yearley,  Planning  Directordari  Biro  Konsultan Public  Relations Ketchum   London dalam   Konferensi Chartered   of   Public   Relations (CIPR) “Perfecting PR Strategy” di London pada tahun 2007 mengatakan :“Kami  melihat  strategi  sebagai  sebuah  penjelasan  intelektual  yang membantu  tim  dan  semua  orang  yang  terlibat dalam  program public relations mengerti  apa  yang  harus  mereka  capai  dan  bagaimana  mereka akan  mencapainya.  Strategi  merupakan  pijakan  bagi  seluruh  program  dan tempat  untuk  selalu  kembali  untuk  melihat  bahwa  kita  berada  pada  jalur yang  benar  dan  mengerti  mengapa  kita  melakukan  apa  yang  kita  lakukan (Prayudi, 2012:153).
Strategi merupakan rencana jangka panjang perusahaan dalam menetapkan garis-garis besar tindakan strategis yang akan diambil perusahaan dalam kurun waktu tertentu di masa yang akan datang (These show where the organization should be at given time in the Future).[1]
Menurut Rhenald Kasali, kata strategi memiliki pengertian yang terkait dengan hal-hal seperti kemenangan, kehidupan atau daya juang. Artinya menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan mampu atau tidaknya perusahaan menghadapi tekanan yang muncul dari dalam atau dari luar. Kalau dapat, ia akan terus hidup, kalau tidak, ia akan mati seketika. Maka dari itu strategi membenarkan perusahaan untuk mengambil tindakan pahit sekalipun seperti amputasi (pengurangan unit usaha, dirumahkannya karyawan, pemangkasan, dan lain-lain) sepanjang hal itu dilakukan demikehidupan perusahaan atau organisasi dalam jangka panjang.[2]
Menurut  Silih  Agung  Wasesa,  dalam  Strategi  Public  Relations(2005,  hal.13-15),  citra  perusahaan  dimata  publik  dapat  terlihat  dari  pendapat atau pola pikir komunal pada saat mempersepsikan realitas yang terjadi.  Dengan  demikian,  satu  hal  yang  perlu  dipahami  berkaitan  dengan  proses   terbentuknya   citra   perusahaan   adalah   adanya   persepsi   (yang   berkembang  dalam  benak  publik)  terhadap  realitas  (yang  muncul  dalam  media).   Karenanya   untuk   mendapatkan   citra   yang   diinginkan   oleh   manajemen  perusahaan,  menurut  Kotler,  ada  tiga  proses  seleksi  ketika  seseorang mempersepsikan sesuatu, yakni:
1)      Selective  attention,  dimana  seseorang  akan  mempersepsikan  sesuatu   berdasarkan   perhatiannya.   Dalam   hal   ini   public relations    harus    mampu    menciptakan    informasi    sesuai    kebutuhan  media  massa  dan  mampu  menarik  perhatian  target audiences.
2)      Selective   distortion,   dimana   ada   kecenderungan   seseorang   untuk    memilah-milah    informasi    berdasarkan    kepentingan    30pribadinya  dan  menterjemahkan  informasi  berdasarkan  pola  pikir sebelumnya yang berkaitan dengan informasi tersebut.
3)   Selective  retentions,  dimana  seseorang  akan  mudah  mengingat  informasi  yang  diberikan  secara  berulang-ulang.  Maka  public relation   dalam   hal   ini   dituntut   untuk   mampu   membuat   informasi  yang  tidak  membosankan  meskipun  disampaikan berulang-ulang.
Dengan  demikian,  seberapa  jauh  citra  akan  terbentuk,  sepenuhnya  ditentukan  oleh  bagaimana  public  relations  mampu  membangun  persepsi  yang  didasarkan  oleh  realitas  yang  terjadi
Kaitan Public Relations dan Strategi adalah, yang menjalankan strategi dan mengaturnya bersama pimpinan adalah seorang praktisi Public Relations. Karena sesuai dengan fungsinya, seorang praktisi Public Relations memiliki pekerjaan untuk mengawasi setiap kegiatan ke dalam maupuan keluar perusahaan. Sehingga apabila perusahaan tersebut memiliki konflik, permasalahan dan sebagainya, PR perusahaan itulah yang mengetahui terlebih dahulu lalu menyusun strategi untuk mengatasinya. Jadi strategi adalah penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
Public  Relations  perlu  memiliki  taktik  tersendiri  dalam  merumuskan  dan  menjalankan strategi agar apa yang dirumuskannya dapat diterima di kedua belah pihak,  internal  dan  eksternal.  Taktik merupakan  cara  yang  digunakan  untuk  menjalankan  strategi.  Taktik  yang  obyektif  dapat  membantu  mencapai  strategi  satu atau lebih.[3]
Sama  seperti  Divisi  lain  dalam  perusahaan,  untuk  memberi  kontribusi  dalam  menyusun  strategi,  Menurut  Rhenald  Kasali  dalam  bukunya  Manajemen Public  Relations,  seorang  praktisi  Public  Relations  dapat  melakukan  langkah-langkah sebagai berikut:
1)      Menyampaikan fakta dan opini, baik yang beredar di dalam maupun diluar perusahaan. Bahan-bahan tersebut dapat diperoleh dari kliping media massa dalam kurun waktu tertentu, dengan melakukan penelitian terhadap naskah-naskah pidato pimpinan, bahan yang dipublikasikan perusahaan, serta melakukan wawancara tertentu dengan pihak-pihak yang berkepentingan atau yang dianggap penting. Ini dilakukan agar memperoleh data-data mengenai pandangan public terhadap perusahaannya.
2)      Menelusuri dokumen resmi perusahaan atau mempelajari perubahan yang terjadi secara histories. Perubahan pada umumnya disertai dengan perubahan sikap perusahaan terhadap publiknya atau sebagainya. Hal ini dilakukan guna untuk memahami visi misi serta tujuan awal didirikannya suatu organisasi, sehingga apabila terjadi perubahan dapat segera diketahui.
3)      Melakukan analisis SWOT. SWOT adalah  Strength (kekuatan),  Weaknesses (kelemahan), Opportunities (Peluang), Threats (ancaman). Meski tidak perlu menganalisis hal-hal yang berada diluar jangkauannya, seorang praktisi PR perlu melakukan analisis yang berbobot mengenai persepsi dari luar dan dalam perusahaan atas SWOT yang dimilikinya. Karena menyangkut masa depan, citra, kultur dan potensi yang dimiliki perusahaannya. Komponen strength dan weaknesses dikaji dari unsur-unsur yang berasal dari dalam perusahaan. Sedangkan Opportunities Dan Threats dikaji dari lingkungan dimana perusahaan atau lingkungan berada.[4]
Adapun menurut Rosady Ruslan dalam bukunya Manajemen Humas, langkah-langkah perencanaan strategis dapat dilakukan dengan klasifikasi dan konsepsi perencanaan kerja Public Relations yang terdiri dari tiga jenjang rencana yaitu :
1)      Rencana Strategis Rencana strategis dilihat dari tingkat kebijaksanaan perusahaan.
2)      Rencana Tetap Rencana tetap yaitu rencana yang dapat digunakan berulang-ulang.
Rencana Sekali Pakai Rencana ini dirancang pada waktu tertentu dan jangka pendek. Sebagai seorang Public Relationsyang memahami fungsinya, harus memiliki strategi yang terencana dengan baik untuk mengatasi krisis, konflik atau pembaharuan kebijakan yang akan dilakukan organisasi untuk tetap mempertahankan keberadaan organisasi. Melakukan strategi dalam organisasi tidak terlepas dari visi misi serta tujuan yang ingin dicapai organisasi.
Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan ( planning ) dan manajemen ( management ) untuk mencapai suatu tujuan. Akan tetepai untuk mencapai suatu tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan jalansaja,melainkan harus menunjukkan bagaimana tak tik operasionalnya. Ada beberapa strategi dalam kegiatan public relations dalam merancang suatu pesan dalam bentuk informasi atau berita yaitu :
a)      Strategy of Publicity Melakukan kampanye untuk penyebaran pesan melalui proses publikasi suatu berita melalui kerjasama dengan berbagai media massa.
b)      Strategy of persuation Berkampanye untuk membujuk atau menggalang khalayak melalui teknik persuasi untuk mengubah opini publik, dengan mengangkat segi emosional dari suatu cerita, artikel atau featurist berdasarkan human interest.
c)      Strategy of Argumentation ialah Strategi  ini  dipakai  untuk  mengantisipasi  berita  negatif  yang  kurang  menguntungkan  (  negative  news  ),  kemudian  dibentuk  berita  tandingan  yang  mengemukakan  argumentasi  yang  rasional  agar  opini  publik  tetap  dalam osisi menguntungkan.
d)      Strategy of  Image Strategi  pembentukan  berita  yang  positif  dalam  publikasi  untuk  menjaga  citra sebuah lembaga beserta produknya ( corporate image ).
Tujuan Strategi Sama hal nya dengan komunikasi, Strategi juga merupakan sebuah kegiatan untuk melakukan sesuatu, yang tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Menurut R.Wayne Pace, Brent D. Peterson dan M.Dallas Burnett dalam bukunya  Techniques for effective communications menyatakan bahwa tujuan  strategi komunikasi adalah :[5]
a)      To Secure Understanding Untuk    memastikan    bahwa    terjadi    suatu    pengertian    dalam     berkomunikasi.
b)      To Establish Acceptance Bagaimana cara penerimaan itu terus dibina dengan baik.
c)      To Motivate Action Penggiatan untuk motivasinya.
d)       The Goals which the communicator sought to achieve Bagaimana mencapai tujuan yang hendak dicapai oleh pihak komunikator dari proses komunikasi tersebut.
Tujuan diatas memiliki pengertian, pertama adalah (To Secure Understanding ) yaitu memastikan bahwa komunikan mengerti pesan yang diterima. Apabila sudah dimengerti dan menerima, maka penerimaan pesan tersebut harus dibina dengan baik oleh komunikan ( To Establish Acceptance), sehingga pada akhirnya kegiatan dapat di motivasikan ( To Motivate Actions ) untuk mencapai tujuan – tujuan yang hendak dicapai.





















BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Strategi merupakan rencana jangka panjang perusahaan dalam menetapkan garis-garis besar tindakan strategis yang akan diambil perusahaan dalam kurun waktu tertentu di masa yang akan datang.
Menurut  Silih  Agung  Wasesa,  dalam  Strategi  Public  Relations(2005,  hal.13-15),  citra  perusahaan  dimata  publik  dapat  terlihat  dari  pendapat atau pola pikir komunal pada saat mempersepsikan realitas yang terjadi.  Dengan  demikian,  satu  hal  yang  perlu  dipahami  berkaitan  dengan  proses   terbentuknya   citra   perusahaan   adalah   adanya   persepsi   (yang   berkembang  dalam  benak  publik)  terhadap  realitas  (yang  muncul  dalam  media).  
Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan ( planning ) dan manajemen ( management ) untuk mencapai suatu tujuan. Akan tetepai untuk mencapai suatu tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan jalansaja,melainkan harus menunjukkan bagaimana tak tik operasionalnya. Ada beberapa strategi dalam kegiatan public relations dalam merancang suatu pesan dalam bentuk informasi atau berita












DAFTAR PUSTAKA

The Official LCCI Examinations Board Guide. 1999. How to Pass PR.
Kasali Rhenald. 2003. Manajemen Public Relations. Jakarta PT.Pustaka Utama Grafiti.
Ruslan Rosady. 2005. Kampanye Public Relations ; Kiat dan strategi. Jakarta .Raja Grafindo Persada.























[1] The Official LCCI Examinations Board Guide. How to Pass PR,1999. hal.72

[2] Rhenald Kasali. Manajemen Public Relations. PT.Pustaka Utama Grafiti, Jakarta 2003. hal.35

[3] The Official LCCI Examinations Board Guide. How to Pass PR,1999. Hal. 42
[4] Rhenald Kasali. Manajemen Public Relations. PT.Pustaka UtamaGrafiti, Jakarta 2003. hal.34
[5] Rosady Ruslan. Kampanye Public Relations ; Kiat dan strategi. Raja Grafindo Persada. Jakarta, 2005. Hal.37

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Audit Perbankan Syariah

Gojek itu keren