ARTIKEL "KEDUDUKAN PUBLIC RELATIONS
KEDUDUKAN PUBLIC RELATIONS
Hai guys, bertemu lagi dengan saya Elina Asopiah
mahasiswi IAIN Pontianak jurusan Perbankan Syariah, materi kita selanjutnya
ialah berkaitan dengan kedudukan strategi Public Relations yang dimana
sebelumnya artikel saya membahas seputar ruang lingkup scope Public
Relations.
Nah sekarang ini
saya akan focus membahas berkaitan dengan Kedudukan Dan Public
Relations. Artikel selanjutnya ini sangat
penting untuk kita pelajari dalam matakuliah Corporate Public Relations pada
tahap selanjutnya……Oke guys Sekarang kita masuk selanjutnya pembahasan Apa sih yang dimaksud dalam kedudukan Public Relations ?? Kedudukan
humas/PR adalah menilai sikap masyarakat (public) agar tercipta keserasian
antara masyarakat dan kebijaksanaan organisasi/instansi. Maksudnya
adalah untuk terciptanya hubungan yang sangat baik, kepada pihak stakeholder
tersebut.
Pembahasan
selanjutnya sebelum mulai dari aktivitas, program Humas, tujuan
(goal) dan hingga sasaran (target) yang hendak dicapai oleh organisasi/instansi
tersebut tidak terlepas dari dukungan, serta kepercayaan citra positif dari
pihak publiknya. Dalam menjalankan fungsinya seorang PR/Humas, sebagai pejabat
humas dituntut untuk memiliki empat kemampuan, yaitu:
Dalam kedudukan
PR peran ideal yang harus dimiliki oleh praktisi Humas (public relations
practitioner) dalam suatu organisasi/instansi, antara lain:
Proses peranan
Public Relations (tahapan fact finding, planning, communicating, dan
evaluation) sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial. kemudian
manajemen Public Relations dapat dirumuskan sebagai suatu proses dari kelompok
orang-orang yang secara koordinatif, memimpin kegiatan-kegiatan tertentu untuk
mencapai tujuan-tujuan bersama.
Yang pertama,
kegiatan public relations akan efektif hanya apabila kepala departemennya
mempunyai akses langsung menuju manajemen puncak dan diwakili oleh komite inti
pembuat kebijakan. Cara yang lebih disukai adalah departemen public relations
mempunyai peran penasihat wajib.
Kedua,
pimpinan public relations harus setara dalam status dan pangkat dengan kepala
departemen lain. Adalah penting bahwa semua mempunyai nama jabatan yang sama.
Apabila kepala departemen lain berada pada tingkat wakil presiden, misalnya,
kepala public relations pun harus berada pada tingkat tersebut.tapi tidak semua
perusahaan menyadari nilai bentuk organisasi ini. Pada beberapa perusahaan,
direktur public relations melapor langsung pada wakil presiden pemasaran atau
advertensi. Pengaturan seperti ini menggambarkan bahwa organisasi bersangkutan
mengartikan fungsi public relations secara sempit. Departemen ini memusatkan
perhatian pada publisitas produk, dan mengakibatkan kegiatan penting lain.
Perusahaan besar lain mempunyai wakil
presiden bidang komunikasi perusahaan yang mengawasi komunikasi pemasaran,
advertensi dan public relations. Penataan ini cenderung berfungsi lebih baik,
karena manajer atau direktur dari ketiga departemen ini mempunyai status yang
sama dan melapor pada satu orang secara tersentralisasi. Orang ini lalu
mengkoordinasi strategi komunikasi total setelah menimbang rekomendasi dari
ketiga bawahannya.
Jadi
kesimpulannya, dalam konsep public relations sebagai fungsi komunikasi, penting
difahami bahwa kegiatan utama public relations adalah melakukan komunikasi.
Maka dikatakan bahwa public relations sebagai fungsi staff khusus yang melayani
para pemimpin organisasi, khususnya dalam membantu organisasi berkomunikasi
dengan publik-publiknya. Sebenarnya, setiap manajer dalam organisasi terlibat
dan bertanggung jawab dalam komunikasi organisasi. Ini sesuai dengan pendapat
yang menyatakan bahwa sebenarnya berorganisasi adalah berkomunikasi. Namun
demikian, public relations punya tanggung jawab tambahan dan spesifik.
Sumber kutipan :
Komentar
Posting Komentar