MENUJU KESUKSESAN
“ I’M COMING for SUCCSES”
and
WELCOME TO PONTIANAK
Oleh :
Elina Asopiah
Pada hari Senin tanggal 23 mei 2015 Pukul
10.00 pagi adalah momen yang menegangkan dalam hidupku yaitu pembagian Amplop
kelulusan SMA. Perasaanku mulai gelisah dan takut, tapi aku tetap yakin dengan selalu
tetap semangat karna itulah perjuangan ku selama 3 tahun menempuh pendidikan di
Madrasah Aliyah baituMal Pancasila Nanga Pinoh tidak sia-sia. Sesampainya aku
disekolah sekitar pukul 9 pagi, aku
mulai menunggu sambil menatap sekeliling siswa yang mulai resah. hasil kelulusan
ini membuatku susah tidur semalaman. Aku berjalan menghampiri kedua teman ku
yang bernama novi dan kina, mereka berdua adalah best friendku. Hai
apai hasil kito tuk deh (hai apa hasil kita nanti ya) aku bertanya kepada
kina. Kina pun menjawab : aku pun pan tau tuk hasil . Ya allah semoga
aja kita lulus semua bah . berharap penuh kami bertiga untuk bisa lulus
dan bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
Teng teng teng ... .... .... “suara
lonceng berbunyi, akhirnya kami pun berkumpul oleh guru di lapangan. Pada saat
itu aku merasa gugup karena hati mulai cemas. pemikiranku antara lulus dan
tidak lulus. Sedangkan aku pergi kesekolah hanya sendirian tanpa membawa orang
tua disebabkan orang tuaku sibuk mengurusi acara resepsi pernikahan kakak
pertamaku. Jadi, mamaku tidak dapat hadir menemaniku di hari penentuan masa
depanku. Satu persatu kami masuk kedalam
kelas, setelah kami masuk kami pun mulai
dipanggil namanya satu persatu untuk mengambil amplopnya, namaku di panggil di
urutan kelima. Setelah itu, aku pun dengan segera keluar kelas dan membuka
amplop nya tanpa berfikir-fikir lagi karena penasaran dengan hasilnyaa.... jeng
jeng jeng LULUS ... Waaaaaaahhh
LULUS aku teriak sekuat kuatnya,,,, Alhamdulillah ya Allah ucap syukurku pada
Allah tiada hentinya. hati ini rasa bahagia sekali, sampai aku dilihat temen ku dengan tingkah
lakuku, akupun tak perduli pada saat itu yang penting aku puas dan bahagia.
Aku pun akhirnya ingin cepat pulang
kerumah untuk memberitahukan hasil ku ini pada orang tuaku. ssstttt aku
berhenti melihat teman ku ada yang lain ada yang menangis bahkan yang
mengerikannya lagi ia marah-marah sampai membanting meja,dubrak dubraakkkk. wadduuuuhh,
ada apa ini, apakah ada yang gak lulus ya, dalam hatiku ku berkata. “tapikan gak
mungkin, ternyata disekolah kami ada sekitar 11 orang yang gak lulus, aku pun
merasa sedih dan tidak menyangka sama sekali melihat teman lain tidak
bikesempatan lulus sama-sama. Tapi aku tetap optimis mungkin Allah belum
memberikan kesempatan untuk ia melanjutkan sekolah tinggi tahun ini, mungkin
allah memberikan kesempatan tahun depan. Tak berlama-lama akhirnya aku pulang
kerumah.
Sekitar pukul 13.00 wib aku sampai
dirumah.. Mak... ayahhh, kak nita elin lulus aku memanggil dari kejauhan...... “yeee
yeee yeee “.. “elin lulus mak ayah “... “alhamdulillah nak kamu lulus”.
Kata ibuku dengan nada senang bercampur haru ... Mak ayah sekarang elin udah
lulus nih,, jadi, elin mau lanjut kemana kerja apa elin langsung lanjut ke peguruan tinggi. kamu lanjut dong..”kata kakak ku. Tapi kamu
lanjut di kuliah di pontianak ya.. dengan nada senang aku mendengar pontianak.. tapi disanakan jauh kak
kuliah nya pasti aku susah lagi bertemu mama. “jangan mikirin orang tua dirumah
mereka akan baik baik saja kan ada kakak disini menjaganya” kata kakaku okelah
kalau gitu elin akan coba daftar di Untan dengan cara online.
Keesokan harinya aku mencoba mencari
informasi tentang bagimana cara pendaftaran di Untan, aku sangat bingung sekali
karena dalam keluarga kami belum ada pengalaman yang kuliah jadi aku sulit
untuk berkonsultasi apalagi dengan masalah jurusan apa yang akan aku pilih.
Akhirnya aku termenung lama depan komputer warnet , pada saat itu aku memikirkan mata
pelajaran yang aku suka di MA, ntah kenapa aku ingin memilih jurusan
bahasa Inggris pada pilihan pertamaku, aku mempunyai empat pilihan jurusan yang
ingin aku ambil. Pilihan kedua aku mengambil teknologi informasi karena aku
menyukai pelajaran itu, selanjutnya aku memilih pendidikan kewarganegaraan dan
terakhir aku memilih jurusan ekonomi. Semua jurusan yang aku pilih merupakan
mata pelajaran yang aku sukai. Tapi, bahasa inggris yang paling aku suka. Akhir
nya sudah terdata semua aku ikut tes pada tanggal 25 juli 2014.
Ku beritahukan kepada kedua orang tuaku
bahwa aku akan berangkat tanggal 22 juli 2014, mak elin akan berangkat ke
pontianak tanggal 22 juli mak. Oo bagus laa”.. siapkan aja apa-apa aja
yang di bawa .. elin : oke makk..
Tanggal 23 juli tibaa pukul 19.00 wib...
inilah saat nya keberangkatanku ke pontianak , karena ini adalah perdana ku ke
pontianak untuk meraih kesuksesan jadi aku harus mempersiapkan segala nya untuk
tes masuk ke Untan. Langkah langkah demi langkah ke menuju masuk kedalam Bis
dengan berat Hati merasa untuk meninggalkan kampung halaman karena sebelumnya belum pernah berpisah sejauh
ini.
Sekitar 12 jam di perjalanan sepertinya
pontianak sudah terlihat nampak di dalam kaca bis, karena aku tidak begitu
jelas melihatnnya karena jam masih menunjukan pukul 04.00 subuh suasana masih
gelap. Sesampai tiba di terminal aku tidak tau aku dimana, aku menunggu
jemputan pukul 06.00 pagi, karena kakak yang menjeput aku belum bisa keluar
karena bagasi motor belum bisa dibuka. Aku pun duduk untuk menunggu jemputan
tanpa menghiraukan orang yang tidak ku kenal mengajak ku untuk mengojek,
akhirnya kak fitri datang menjemputku..
Pontianak i’m coming.....
Mendengar kota pontianak yang aku ketahui
adalah kota garis khatulistiwa. Provinsi ini adalah terbesar di kalimantan
barat, saat aku belum pernah melangkahkan kaki ku ke pontianak aku pun bertanya
– tanya gimana sih kotanya? Seperti apa sih bangunan disana? apa
sama dengan ibukota jakarta? soalnya kalau di jakarta padat penduduknya.
setelah itu, banyak bangunan yang tinggi. tapi, kenyataannya yang telah aku
lihat kota pontianak tidak sepadat dengan jakarta. Begitu juga bangunannya.
Aku melihat kota pontianak semakin maju, terutama
dari segi bidang pendidikannya, pembangunannya, kepemerintahannya kesehatannya.
Karena Kota pontianak adalah pusat dari
seluruh kalimantan barat jadi pembangunan pembangunan harus lebih lengkap dan
modern.
Dulu
waktu aku masih cupu nya dalam arti kata masih awam aku kan gak pernah pergi
ke pontianak, karena pada saat iyu aku hanya melihat kota pontianak telivisi aja
,pada saat nonton program acara Mister Tukul Jalan-jalan ke pontianak, acara
itu menceritakan tentang sejarah kota pontianak terutama dari cerita mitos
yakni kota pontianak adalah kota kuntilanak yaitu perempuan mati beranak,, “hihiihihihiii sereeeeemm” aku pun jadi gak mau ah
ke pontianak takut banyak kuntilanak” dalam hatiku berkata seperti itu.” hahaha,
biasa masih awam kan belum pernah ke pontianak. tapi setelah aku ke pontianak,
gak ada lihat kuntilanak.
aku suka di pontianak ini jalan nya yang
begitu lebar sehingga tidak menghambat lalu lintas yang begitu ramai. Hanya
terkadang macet itu juga sering terjadi. Jadi jangan heran itu adalah hal yang
normal apabila terjadi kemacetan Di kota
– kota besar. kemacetan memang susah dihindari, bahkan gubernur jakarta yang di
pimpin oleh Basuki Cahaya purnama biasa di sapa ahok aja belum ada alternatif
atau cara yang efektif menghindari kota dari kemacetan. tapi berbeda dengan pontianak kemacetan itu
masih bisa di tangani oleh pemerintah dan kemacetan tidak berkepanjangan hanya
di even dan jam tertentu, biasanya macet
itu paling sering di pagi hari dan saat menjelang sore, karena aktifitas
masyarakat kota pontianak itu ramai nya saat menjelang pagi karena banyak nya
pekerja umum, PNS, maupun dari anak sekolah
Sepanjang jalan aku mengelilingi kota
pontianak perbedaan jauh selama ini aku di melawi kota yang besar dan bangunan
yang tinggi dan jalan yang lebar dengan monumen tugu yang tertata rapi
membuatku ingin jalan jalan terusan untuk mengelilingi pontianak. Dari segi
kendaran roda empat maupun rida dua sangat tertib lalu lintas karena pontianak
di lengkapi dengan rambu rambu lalu lintas walaupun ramai kendarran itu dapat mencegah
terjadinya kecelakaan lalu lintas. Melihat pontianak kota yang rapi dan bersih,
karena banyak di hiasi oleh tanaman hijau di tepian kota itu membuat kota semakin indah di pandang, tapi, tidak
semua jalan di isi dengan pohon dan taman di jalan hanya beberapa jalan saja
yang sudah di beri taman selain itu, ramai penduduk, yang membanguyn rumah
ditepian sungai dapat merusak pemandangan di karenakan bnyak nya sampah rumah
tangga yang di buang ke sungai, itu juga berpengaruh pada kesehatan anak.
Hatiku pun berkata seandainya aja pemerintah dapat melestarikan tanaman hijau
pasti indah di lihat serta terhindar dari polusi udara..
Pontianak oh pontianak..
Saat nya tiba untuk tes masuk untan
hatiku pun mulai senang sekali. Itulah pengalaman tes pertamaku di Untan, aku
mengenal teman teman ntah dari mana berasal nya..
Setelah aku tes di Untan aku pun beralih
ke kampus IAIN pontianak, karena
tlulus sama-sama. ada yang
tid karena aku telah dibagikan oleh
guru. Hatiku wahhh “.. mendengar suara kota pontianak aku sangat bahagia
sekali, karena itu pertama kalinya aku pergi ke sana kota nan jauh dari tempat
tinggalku jaraknya berkisaran 12 jam, mendengar 12 jam dalam perjalanan woowww”
terasa lama sekali ya perjalanan nya, rasanya tak pernah terbayangkan oleh
pikiranku untuk pergi kesana.
Komentar
Posting Komentar