MARKETING COMMUNICATION TOOLS II
Artikel
Marketing
communication Tools II : Soft Selling Promotion dan Strategi komunikasi dalam
Promosi Buku inspiratif
Sub-sub
pembahasan Artikel
1.
Marketing
Communication
2.
Tools II
3.
Soft Selling dan
strategi Soft selling
4.
Brand awareness
5.
Advertising
6.
Public Relation
7.
Experiental
Marketing
8.
Viral Marketing
9.
Interactive
Marketing
1.1
Pendahuluan
Pemasaran
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem ekonomi di masyarakat
modern. Dewasa ini, pemasaran dengan menggunakan strategi promosi sudah
berkembang menjadi sistem komunikasi yang sangat penting tidak saja bagi
produsen barang dan jasa, tetapi juga bagi para konsumennya. Kemampuan dan
metode promosi dalam menyampaikan informasi kepada konsumen menjadikan hal
tersebut sebagai hal yang penting dan berpengaruh terhadap keberhasilan
pemasaran dan pembentukan brand suatu perusahaan. Beberapa perusahaan
sampai saat ini masih ada yang beranggapan bahwa promosi yang paling efektif
hanya dapat dilakukan dengan beriklan di media massa saja, anggapan tersebut
menyebabkan fungsi promosi perusahaan-perusahaan itu umumnya hanya didominasi
dengan beriklan di media massa. Padahal iklan bukanlah satu-satunya alat yang
dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan pemasaran. Selain iklan, ada
unsur-unsur lain yang turut dikendalikan secara bersama-sama untuk mencapai
suatu tujuan tertentu, yakni harga, distribusi, pengemasan, penampilan produk,
mutu, brand (merek).
1.
Apa itu
Marketing Communication II?
Memahami
marketing communication Tools II ini adalah Komunikasi pemasaran merupakan
proses manajemen dimana sebuah organisasi dapat berkomunikasi dengan
khalayaknya. Komunikasi pemasaran adalah proses manajemen suatu perusahaan
untuk melakukan dialog kepada berbagai audiens perusahaan, dengan
mengembangkan, menyampaikan, dan mengevaluasi serangkaian pesan kepada kelompok
stakeholder yang teridentifikasi[1].
Komunikasi pemasaran adalah proses manajemen suatu perusahaan untuk melakukan
dialog kepada berbagai audiens perusahaan, dengan mengembangkan, menyampaikan,
dan mengevaluasi serangkaian pesan kepada kelompok stakeholder yang
teridentifikasi.
Komunikasi pemasaran merupakan proses yang dilakukan oleh
perusahaan dalam mengkoordinasikan beberapa elemen promosi dan kegiatan
pemasaran lainnya sehingga terjalin komunikasi dengan konsumen perusahaan.[2]
Jadi, dengan menggunakan marketing communication tools yang tepat, perusahaan
selaku komunikator dapat memperkenalkan serta memasarkan barang atau jasanya
kepada konsumen selaku target marketnya.
Oleh karena itu, perencanaan dan pemilihan marketing communication
tools menjadi penting sebab tools tersebut merupakan perantara
komunikasi perusahaan dalam memasarkan dan mengenalkan barang atau jasa mereka.
Marketing communication tools yang biasa digunakan oleh pemasaran di
antaranya adalah advertising, sales promotion, public relations, personal
selling, interactive marketing, dan direct marketing. Untuk
mendukung masing-masing instrumen mencapai tujuan komunikasi pemasaran,
pengelola pemasaran harus benar-benar memikirkan pesan komunikasi dan media
komunikasi pemasaran untuk menyampaikan pesan tersebut.
2.
Apa Yang
harus dilakukan dalam marketing?
Menerapkan pemasaran berbasis misi untuk
mendongkrak nilai tambah. Misi perusahaan diwujudkan dengan program pemasaran
dan kehumasan simpatik. Ada empat cara: aktivitas terfokus, program yang
relevan dengan bidang usaha perusahaan, dirancang untuk jangka panjang dan
bersifat persuasive.
Dalam komunikasi pemasaran tidak saja sebagai alat untuk
melakukan kontak hubungan dengan para konsumen dan calon konsumen, komunikasi
pemasaran juga sebagai alat untuk menjamin dapat berhubungan dengan berbagai
pihak yang berkepentingan terhadap suatu produk. Penggunaan media pada sebuah
proses komunikasi perlu mempertimbangkan kemungkinan distorsi atau kendala-kendala
yang muncul. Distorsi atau kendala dapat menyebabkan kondisi salah komunikasi
(miss communications), dimana pesan yang disampaikan oleh komuniksi dinggap
gagal (fail) karena komunikasi meberikan rakasi yang berbeda dari yang
diharapkan oleh komunikator. Hal tersebut bisa disebabkan oleh ragam perbedaan
penafsiran atas pesan yang disampaikan.
Komunikasi pemasaran lebih menekankan pada pemenuhan secara langsung produk
atau jasa yang diperlukan oleh konsumen. Dengan demikian pemasaran senantiasa
berupaya untuk meningkatkan hubungan pertukaran ekonomi antara organisasi dan
konsumennya.
3.
Apa apa saja peran
dalam komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran mempunyai peran yang sangat penting
bagi perusahaan untuk melakukan pencitraan (image) atas suatu merek tertentu.
Selain itu dengan komunikasi pemasaran dapat mengembangkan kesadaran konsumen
terhadap produk/jasa yang dihasilkan perusahaan. Sehingga konsumen mengenal
produk/jasa yang ditawarkan, dengan begitu dapat merangsang terjadinya
penjualan. Seiring dengan perkembangan zaman, kini komunikasi pemasaran lebih
dikenal dengan komunikasi pemasaran terpadu, yang artinya suatu konsep
perencanaan komunikasi pemasaran yang mengakui nilai tambah dari suatu rencana
komprehensif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin
komunikasi misalnya, iklan media cetak-elektronik, respon langsung, promosi
penjualan, dan hubungan masyarakat (public relations) dan menggabungkan
berbagai disiplin tersebut guna memberikan kejelasan, konsistensi serta dampak
komunikasi yang maksimal.Dalam perluasan pasar melalui melalui komunikasi
pemasaran pada dasarnya merupakan penempatan misi perusahaan atau penetapan
sasaran organisasi dengan penekanan pada kekuatan eksternal dan internal,
perumusan kebijaksanaan dan strategi tertentu untuk mencapai sasaran dan
memastikan implementasinya secara tepat, sehingga tujuan dan sasaran utama
organisasi sebagai langkah perluasan pasar dapat tercapai. Marketing Public
Relations sebagai alat komunikasi pemasaran yang memadukan pelaksanaan program
dan strategi pemasaran (Marketing Strategi Implementation) dengan aktivitas
program kerja PR (Work Program of Public Relations), terdapat tiga strategi
penting yang dapat dilakukan yaitu strategi mendorong (push strategy), strategi
menarik (pull strategy), strategi
mempengaruhi (pass strategy).
4.
Kita pahami dulu apa
perbedaannya dengan Hard Selling dan Soft Selling.
Dalam mengoptimalkan Penjualan Produk atau Jasa Dengan Soft
Selling dan Hard Selling - Dalam dunia bisnis, soft sell dan hard sell merupakan
dua teknik marketing yang sangat diandalkan untuk meningkatkan pendapatan
terhadap barang atau jasa yang ditawarkan. Untuk sebagian besar pebisnis hal
ini merupakan bukan hal baru, sejak lama mereka mengenal dan menerapkan sistem
marketing ini untuk mencapai target penjualan yang mereka inginkan, mulai dari
menggunakan biaya nol rupiah sampai jutaan rupiah. Dan sebelum membahas lebih
jauh ada baiknya membahas terlebih dahulu tentang kedua teknik marketing Soft
Selling dan Hard Selling.
a.
Apa itu Hard Selling
?
Hard
Selling atau penjualan langsung merupakan sebuah strategi untuk mempromosikan
produk atau jasa yang ditunjukan untuk mempengaruhi tindakan konsumen. Hard
Selling lebih menekankan kepada pengambilan keputusan yang didasarkan atas
rasional atau adanya keuntungan tambahan yang diberikan suatu produk. Hard Sell
adalah strategi penjualan atau promosi dengan menyampaikan pesan marketing
secara langsung kepada konsumen. Contohnya : iklan, dari mulut ke mulut, surat
kabar(koran), majalah, iklan televisi, iklan internet, spanduk, brosur atau
papan reklame yang ada di pinggir-pinggir jalan.
Tujuan
dari hard selling adalah terciptanya suatu penjualan. Kelebihan hard selling
adalah mampu menciptakan penjualan dengan segera. Dalam praktiknya, Hard
Selling direpresentasikan dalam bentuk penjualan probadi (Personal Selling),
promosi penjualan (sales promotion), penjualan langsung (direct response
marketing). Dalam Hard Selling Menggunakan elemen-elemen sebagai berikut:
Adapun elemen-elemen tersebut adalah
sebagai berikut:
1.
Adversiting ( iklan )
Iklan
merupakan Tujuan utama periklanan pada umumnya untuk berkomunikasi. Periklanan
adalah suatu bentuk komunikasi massa dan harus dibayar untuk menarik kesadaran,
menanamkan informasi, mengembangkan sikap atau mengharapkan adanya suatu
tindakan yang menguntungkan bagi pengiklan.
2.
Sales Promotion ( promosi penjualan ) Berbagai
bentuk insentif jangka pendek yang diberikan produsen untuk mendorong keinginan
konsumen agar tertarik dan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa yang
ditawarkan.
3.
Personal Selling ( Penjualan Pribadi )
Interaksi langsung dengan satu atau beberapa calon pembeli dengan melakukan
presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan dari pembeli.
4.
Direct Marketing yakni Interaksi
langsung dengan konsumen melalui penggunaan surat, telepon, fax, e-mail, dan
alat komunikasi nonpersonal lainnya untuk melakukan komunikasi secara langsung
agar mendapat tanggapan dari calon konsumen.
Contoh dari Hard Selling adalah
sebagai berikut:
Ketika kita pergi ke tempat ramai seperti
Mall, kita akan menemukan banyak sales seperti sales mobil, kartu kredit, temat
makan, parfum dll. Teknik tersebut marupakan hard selling yang menciptakan
penjualan.
Menjelang akhir tahun atau bulan – bulan yang berkesan, biasanya banyak
promo besar – besaran (Sales Promotion), tujuan dari promo tersebut adalah
untuk menciptakan penjualan.
b.
Apa itu Soft
selling ?
Soft-selling
adalah strategi pemasaran yang berupa penyampaian pesan yang sifatnya
emosional. Strategi ini berupaya menciptakan respon yang didasarkan pada
perilaku, mood, impian, perasaan dan daya tarik emosional. Soft-selling tidak
langsung berdampak pada penjualan. Dalam praktik, soft-selling ini
direpresentasikan dalam bentuk, Misal advertising/advertorial.
Soft Sell
adalah strategi punjualan atau promosi yang dilakukan secara halus dengan kata
lain tidak secara langsung. Teknik pemasaran ini dilakukan untuk menumbuhkan
rasa minat konsumen terhadap produk maupun jasa yang ditawarkan. Contohnya :
Dalam dunia nyata soft selling bisa diterapkan dengan banyak hal, misalnya para
penerbit buku melakukan beda buku terhadap buku-buku terbitannya dengan
mengundang banyak audiensi. Sedangkan dalam dunia maya soft seling bisa
dilakukan dengan cara melakukan review produk atau jasa dalam sebuah blog atau
website.
Soft
Selling atau penjualan tidak langsung merupakan strategi untuk mempromosikan
suatu produk atau jasa yang ditujukan untuk menyentuh pikiran dan perasaan
konsumen. Teknik penjualan ini dilakukan secara halus, sehingga prospect yang
di dekati tidak merasa terganggu. Soft
Selling biasa digunakan dalam produk atau jasa dengan biaya yang tinggi
(high-involvement) seperti mobil, smartphone, tour dll.
Teknik
marketing manapun yang dijalankan pastikan anda selalu menyisipkan kata-kata
yang berisi ajakan, dalam bahasa inggris di sebut "Call To Action"
secara tidak langsung kita para marketer mengajak para konsumen untuk mengenal
lebih jauh tentang barang dan jasa yang kita tawarkan dan tidak menutup
kemungkinan mereka para custumor tertarik untuk membeli atau menggunakan barang
atau jasa kita. Kelebihan dari Soft Selling, konsumen akan lebih setia (loyal)
terhadap suatu merek dikarenakan informasi yang mereka peroleh sebelum membeli
produk tersebut telah masuk dalam pikiran dan hati konsumen. Selain itu,
konsumen memiliki kesempatan untuk memikirkan secara matang sebelum membeli
suatu produk. Dalam praktiknya soft selling dipresentasikan dalam bentuk
advertising.
Adapun
elemen-elemen pada soft selling sebagai berikut:
1.
Iklan
2.
Public Relationship
3.
Experiental marketing
4.
Viral marketing
5.
Interactive marketing
Contoh dari Soft Selling adalah
sebagai berikut:
Seluruh iklan baik itu di TV, radio atau internet, tujuannya adalah
mengenalkan dan mengingatkan konsumen akan produk atau merek tertentu. Iklan
memang tidak berdampak penjualan, namun pesan yang disampaikan diharapkan dapat
menyentuh emosi konsumen yang pada gilirannya akan berdampak pada pembelian.
Sering kita jumpai dalam acara televise seperti talk show, dalam
acaranya mereka menceritakan tentang pengalamannya saat traveling, sakit atau
susah makan dan mereka pun memberikan solusi dengan memperkenalkan produk atau
jasa yang mereka ilklankan tersebut. Jadi,bagaimana sekarang, setelah
kita memahami stategi dalam komunikasi pemasaran antara Hard selling dan Soft
selling, setelah kita membedakan kedua nya sekarang kita lanjut pembahasan
mengenai elemen pada Soft selling.
5.
Sekarang kita
pelajari apa – apa saja elemen-elemen pada soft selling?
A.
Apa itu Iklan (
Advertising )
Menurut Keller
(2003: 283) dalam Strategic Brand Management: Building Measuring, and
Managing Brand Equity menjelaskan, “advertising can bedefined as any
paid form of nonpersonal presentation and promotion of ideas, goods, or
services by any identified sponsor” (iklan dapat diartikan sebagai segala
bentuk penyampaian pesan maupun promosi nonpersonal berupa ide, barang, dan jasa
yang dibiayai oleh pihak yang dikenal).
Tujuan utama
periklanan pada umumnya untuk berkomunikasi. Periklanan adalah suatu bentuk
komunikasi massa dan harus dibayar untuk menarik kesadaran, menanamkan
informasi, mengembangkan sikap atau mengharapkan adanya suatu tindakan yang
menguntungkan bagi pengiklan. Seperti yang dikemukakan oleh Kottler, secara
garis besar iklan dapatdikategorikan menjadi empat kategori sesuai dengan
tujuan spesifik iklan tersebut dikomunikasikan, yaitu:
1. Iklan Informatif
Merupakan iklan
yang dianggap penting dalam peluncuran kategori produk baru. Tujuan dari jenis
iklan ini adalah merangsang permintaan produk dan meningkatkan awareness
khalayak.
2.Iklan Persuasif
Iklan jenis ini
merupakan iklan yang penting jika adanya persaingan dari penjualan produk yang
dipasarkan. Beberapa iklan persuasif juga dapat membangun referensi pada brand
tertentu. Beberapa iklan persuasif pun bisa mendorong adanya comparative
advertising yang membanding-bandingkan dua produk atau lebih secara eksplisit,
contohnya ialah iklan Pepsi dibandingkan dengan Coca-cola.
3. Iklan yang Mengingatkan
(reminder advertising)
Iklan jenis ini
biasanya dibuat untuk produk yang memiliki tahap kedewasaa dan telah
mendapatkan tempat di tengah-tengah khalayak.
4.Iklan yang Menguatkan
(reinforcement advertising)
Iklan yang
bertujuan untuk menguatkan ini dibuat untuk meyakinkan konsumen yang telah
menggunakan produk tersebut, bahwa mereka telah mengambil keputusan yang tepat.
Sasaran atau tujuan iklan adalah tujuan komunikasi spesifik dan tingkat
prestasi yang harus dicapai pada audiens spesifik dalam periode waktu tertentu.
Tujuan iklan semestinya merupakan kelanjutan atau turunan dari keputusan
perusahaan sebelumnya tentang target market, positioning dan integrated
marketing. Selain itu tujuan iklan harus didasarkan pada analisa mendalam atas
situasi pasar
terkini.[3]
B.
Public Relationship
(PR) marketing
Publik bagi
perusahaan merupakan seluruh kelompok yang secara langsung dan potensial
memiliki kepentingan atau berdampak atas kemampuan perusahaan untuk mencapai
tujuannya. Secara luas public relations dapat diartikan sebagai perencanaan
rancangan komunikasi persuasif untuk mempengaruhi publik-publik tertentu.
Public Relations
yang biasa disebut Hubungan Masyarakat (Humas) bertanggung jawab atas berbagai program yang dirancang untuk
mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk-produknya.14 Public
Relations juga merupakan suatu kegiatan yang luas dan mencakup segala macam
kegiatan yang bertujuan untuk membentuk, mempertahankan, bahkan meningkatkan
awareness bagi perusahaan, termasuk ruang lingkup hubungan kemasyarakatan,
cakupan lingkungan, keuangan, suara konsumen dan manajemen personalia.Sebagai
mana umumnya kita mengenal Public Relations pada dasarnya adalah suatu seni
untuk menciptakan saling pengertian antara kedua belah pihak yang lebih baik
sehingga memperbesar kepercayaan terhadap sesuatu organisasi, perusa-haan atau
seseorang.Jadi public relations adalah suatu kegiatan timbal balik antara lembaga
dan publiknya, baik intern maupun ekstern. Public Relations merupakan fungsi
manajemen yang bertujuan untuk membangun image, dan mem-bina saling pengertian
diantara kedua pihak. Public Relations adalah salah satu fungsi yang penting
dalam membantu pemasaran.
W. Emerson Reck
berpen-dapat public relations merupakan kelan-jutan dari proses pendapatan
kebijak-sanaan, penentuan pelayanan dan sikap yang disesuaikan dengan
kepen-tingan orang-orang atau golongan agar orang atau lembaga itu memperoleh
kepercayaan dan good will dari mereka. Kedua, pelaksanaan kebijaksanaan,
pelayanan dan sikap untuk menjamin adanya pegertian dan penghargaan yang
sebaik-baiknya. Ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Frank Jefkin yang
mengatakan Public Relations berarti menciptakan saling pengertian. Public
Relations adalah suatu untuk mendapatkan sesuatu tanpa harus melakukan sesuatu.
Tetapi dalam kenyataannya kita tidak akan mendapatkan apapun bila tidak berbuat
sesuatu. Sekarang menjadi pertanyaan besar, apa public relations profitable
atau investasi dalam kegiatan pemasaran? Menurut penulis public relations
investasi jangka panjang dalam kegiatan pemasaran, hasilnya dirasakan dalam
waktu yang lama selaras dengan tugas jangka panjangnya membina nama baik
perusahaan, mendidik konsumen dan menciptakan citra.
Pemasaran
dizaman yang penuh kompetisi seperti sekarang ini tidak cukup hanya dengan
model pemasaran konvensional yang sering dikenal dengan bauran 4 P (Produk,
Price, Place, Promotion) tetapi harus ditambah dengan public relations dalam
menghadapi persaingan yang semakin sengit. Citra organisasi yang baik dan
produk, itulah kunci pertama meme-nangkan konsumen, kalau organisasi atau
produk tidak dikenal mana mungkin ada penjualan. Bagi praktisi public
relations, kemampuan yang harus dimiliki adalah kemampuan meya-kinkan pelanggan
dan mitra usaha, kerja untuk negosiasi sehingga ter-jalinnya saling pengertian
yang positif. Produk yang ditawarkan secara sistematis dirancang cara
menjalan-kannya, pendekatan persuasif dan kelincahan bernegosiasi dengan
perhi-tungan untung rugi yang terkakulisasi merupakan teknik public relations
untuk mencapai tujuan organisasi. Public Relations adalah salah satu fungsi
yang penting dalam membantu pemasaran. Saat ini belum banyak yang meman-faatkan
fungsinya bagi keberhasilan pemasaran. Ini mudah dimengerti karena selama ini
public relations berbicara dengan beragam publik, pemegang saham, karyawan,
badan legislatif, pimpinan, komunitas, sehingga peran public relations sebagai
pendukung produk pemasaran cende-rung diabaikan.
Departemen public relations umumnya
memiliki 5 (lima) kegiatan yang sebagian besar aktivitasnya adalah:
1)
Hubungan dengan pers
2)
Publisitas
3)
Komunikasi Perusahaan,
kegi-atan yang meliputi komunikasi internal dan eksternal untuk meningkatkan
saling pengertian
4)
Lobbying
5)
Counselling
Biasanya manager pemasaran dan
praktisi public relations tidak selalu berbicara dalam bahasa yang sama, satu
perbedaan pokok adalah bahwa manajer pemasaran lebih orientasi pada laba
penjualan, sedangkan praktisi public relations melihat tugasnya sebagai
menyebarluaskan informasi dengan strategi komunikasi yang jitu.
Hal tersebut di atas dapat diatasi
dengan:
1. Praktisi public relations market
oriented yaitu dengan mengelola semua aktivitas public relationsnya dengan
gagasan agar berbagai aktivitas tersebut akan dapat menunjang pemasaran
perusahaan dalam meningkatkan laba.
2. Membentuk bagian khusus dengan sebutan
public relations pemasaran yang dapat secara langsung men-dukung pengenalan
produk dan juga membangun citra, antara lain dengan cara memastikan ruang
editorial (bukan ruang iklan) di media massa yang akan dibaca, dilihat, atau
didengar oleh para pelanggan dengan maksud khu-susnya untuk tercapainya sasaran
penjualan.
Public Relations pemasaran dapat
berkontribusi melalui berbagai kegiatan :
1)
Membantu peluncuran produk
baru dengan mensponsori acara
2)
Membantu reposisi sebuah
produk, mengkampanyekan beru-lang-ulang sebuah program/ kegiatan hingga
bisa diterima oleh masyarakat
3)
Mempengaruhi kelompok
tertentu
4)
Mempertahankan
produk-produk yang terganggu oleh masalah public. Kasus lemak babi dan biskuit
beracun dalam memanfaatkan public relations adalah salah satu contoh yang dapat
menyelamatkan perusahaan dari kepunahan.
5)
Membangun citra perusahaan
yang menguntungkan penjualan produk
Pemanfaatan dan Keputusan Penting
Dalam Marketing PR
Banyak perusahaan yang memanfaatkan
dan menggunakan public relations pemasaran dalam me-ningkatkan kesadaran
masyarakat ter-hadap produk baru maupun produk yang sudah mapan.
Bagi kebanyakan
perusahaan public relations pemasaran ini benar-benar efektif, dari dalam
beberapa kasus biayanya lebih efisien diban-dingkan iklan namun demikian
seluruh konsep, strategi serta tekniknya di rencanakan bersama dengan bagian
pemasaran. Konsep, strategi serta teknik digunakan bauran 6 P (price, product,
place, promotions, public relations, power).
Pemasaran memerlukan lebih banyak
ketrampilan memanfaatkan sumber daya public relations, kerana public relations
menciptakan dampak yang bersumber pada peningkatan kesadaran masyarakat dengan
biaya periklanan yang relatif lebih sedikit.
Public relations tidak membayar
ruang dalam media tetapi mengem-bangkan stafnya mengelola event-event tertentu.
Jika news valuenya tinggi dan menarik, akan dimuat dalam semua media massa
serta dapat berharga jutaan rupiah jika dinilai dengan periklanan. Lagi pula
karena berita tersebut dapat berupa ulasan atau editorial maka lebih terpercaya
dari pada iklan. Kadang-kadang hasil dari satu strategy public relations yang
terpadu dapat mengagumkan.
Perimbangan dapat dilaksa-nakan
dengan pemanfaatkan dari alat public relations yaitu:
1)
Berita Press Realise
2)
Pidato
3)
Event
4)
Tulisan/tajuk/ulasan/editorial
5)
Audio/visual/slide
presentasi
6)
Corporate identity
7)
Pelayanan Informasi, telepon,
dll
C.
Brand
Brand
merupakan kombinasi dari nama, istilah, tanda, simbol, atau desain, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi suatu
produk atau perusahaan agar membedakan mereka dari para kompetitor. Brand
dikatakan lebih dari sekedar sebuah produk
karena sebuah brand memiliki dimensi yang membedakannya dengan produk lain yang
dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan sama sehingga ada nilai
lebih tersendiri yang akan diperoleh konsumen ketika mereka memilihnya.
(Keller,2003:2).
Menurut
American Marketing Communication (AMA), brand adalah nama, istilah, tanda,
simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semuanya, yang dimaksudkan untuk
mengidentifikasikannya dari barang atau jasa pesaing. Namun brand bukanlah
sekedar nama, istilah, tanda ataupun simbol saja, lebih dari itu brand
merupakan sebuah ‘janji’ perusahaan yang secara konsisten memberikan gambaran,
semangat, dan pelayanan pada konsumen. The American Marketing Associations
mendifinisikan brand sebagai “a name, sign or symbol used to identify items
orservices of the seller and to differentiate them from goods of competitors.”.[4]
D.
Experiental
Marketing
Experiential
sendiri berasal dari kata experience yang berarti sebuah pengalaman. Definisi
experience menurut Schmitt (1999, p.60): “Experiences are private events that
occur in response to some stimulation (e.g. as provided by marketing efforts
before and after purchase)” yang berarti pengalaman merupakan
peristiwa-peristiwa pribadi yang terjadi dikarenakan adanya stimulus tertentu
(misalnya yang diberikan oleh pihak pemasar sebelum dan sesudah pembelian
barang atau jasa).
Menurut Pine II dan Gilmore (1999,
p.12) berpendapat bahwa “Experience are event that engage individuals in a
personal way” yang berarti pengalaman adalah suatu kejadian yang terjadi dan
mengikat pada setiap individu secara personal. Sedangkan pengertian marketing
menurut Evans and Berman (1992, p.8): “Marketing is the anticipation,
management and satisfaction of demand through the exchange process”, artinya
bahwa marketing adalah suatu aktivitas untuk melakukan antisipasi, pengelolaan
dan pencapaian kepuasan konsumen melalui proses pertukaran.
Menurut
Kotler et.al (2003, p.5): ”Marketing is typically seen as the task of
crediting, promoting and delivering goods and services to consumers and
businesses”, artinya marketing adalah suatu aktivitas bertypikal sebagai tugas
untuk berekreasi atau menciptakan, berpromosi dan menjembatani antara barang
dan jasa kepada konsumen dan bisnis. Bisa dikatakan bahwa pengertian Experiential
Marketing adalah suatu aktivitas untuk melakukan antisipasi, pengelolaan dan
pencapaian kepuasan konsumen melalui proses pertukaran yang merupakan
peristiwa-peristiwa pribadi yang terjadi sebagai tanggapan atau beberapa
stimulus.
2. Karakteristik
Experiential Marketing
Schmitt (1999, p.12) membagi
Experiential Marketing menjadi empat kunci karakteristik antara lain:
a. Fokus
pada pengalaman konsumen
Suatu pengalaman terjadi sebagai
pertemuan, menjalani atau melewati situasi tertentu yang memberikan nilai-nilai
indrawi, emosional, kognitif, perilaku dan relasional yang menggantikan
nilai-nilai fungsional. Dengan adanya pengalaman tersebut dapat menghubungkan
badan usaha beserta produknya dengan gaya hidup konsumen yang mendorong
terjadinya pembelian pribadi dan dalam lingkup usahanya.
b.
Menguji situasi konsumen
Berdasarkan
pengalaman yang telah ada konsumen tidak hanya menginginkan suatu produk
dilihat dari keseluruhan situasi pada saat mengkonsumsi produk tersebut tetapi
juga dari pengalaman yang didapatkan pada saat mengkonsumsi produk tersebut.
c.
Mengenali aspek rasional dan emosional
sebagai pemicu dari konsumsi
Dalam Experiential Marketing,
konsumen bukan hanya dilihat dari sisi rasional saja melainkan juga dari sisi
emosionalnya. Jangan memperlakukan konsumen hanya sebagai pembuat keputusan
yang rasional tetapi konsumen lebih menginginkan untuk dihibur,
dirangsang serta dipengaruhi secara
emosional dan ditantang secara kreatif.
d. Metode
dan perangkat bersifat elektik
Metode dan perangkat untuk mengukur
pengalaman seseorang lebih bersifat elektik. Maksudnya lebih bergantung pada
objek yang akan diukur atau lebih mengacu pada setiap situasi yang terjadi
daripada menggunakan suatu standar yang sama. Pada Experiential Marketing,
merek bukan hanya sebagai pengenal badan usaha saja, melainkan lebih sebagai
pemberi pengalaman positif pada konsumen sehingga dapat menimbulkan loyalitas
pada konsumen terhadap badan usaha dan merek tersebut.
3. Manfaat
Experiential Marketing
Fokus
utama dari suatu Experiential Marketing adalah pada tanggapan panca indra,
pengaruh, tindakan serta hubungan. Oleh karena itu suatu badan usaha harus
dapat menciptakan experiential brands yang dihubungkan dengan kehidupan nyata
dari konsumen. Dan Experiential Marketing dapat dimanfaatkan secara efektif
apabila diterapkan pada beberapa situasi tertentu.
Ada
beberapa manfaat yang dapat diterima dan dirasakan suatu badan usaha menurut
pandangan Schmitt (1999, p.34) apabila menerapkan Experiential Marketing antara
lain: (a) to turn araund a declining brand, (b) to be differentiate a product
from competition, (c) to create an image and identity for a corporation, (d) to
promote innovation, (e) to induce trial, purchase and the most important, loyal
consumption. yang kurang lebih memiliki arti (a) untuk membangkitkan kembali
merek yang sedang merosot, (b) untuk membedakan satu produk dengan produk
pesaing, (c) untuk menciptakan citra dan identitas sebuah perusahaan, (d) untuk
mempromosikan inovasi, (e) untuk membujuk percobaan, pembelian dan loyalitas
konsumen.
E.
VIRAL MARKETING
1)
Apa itu
Viral
Viral asal katanya
dari virus, maksudnya cara kerjanya seperti virus. Sekali terinfeksi akan
menyebar dan menyebar semakin luas. Dan bisa pula diartikan sebagai strategi
marketing mulut ke mulut (Word of Mouth Marketing). Dalam konteks internet
marketing, hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara/metode tergantung dari
kreatifitas webmaster itu sendiri.
2)
Apa
Pengertian Viral marketing
Viral marketing adalah tekhnik
pemasaran dari “mulut ke mulut” atau kebih cendrung seperti sistem MLM. Misal
anda mengkomunikasikan hal yang positif tentang sebuah produk jasa seo pada
seseorang lalu orang tersebut mengkomunikasikannya lagi kepada yang lain dan
kepada yang lainnya dan lainnya lagi hingga jumlah tak terhingga inilah yang
disebut dengan viral marketing. Jujur saja saya mengenal facebook melalui viral
marketing dari seseorang yang menginformasikan tentang facebook beberapa tahun
silam. Akibat dari itu saya pun terpengaruh untuk melakukan sebuah tindakan yakni
mengunjungi facebook.com dan melakukan registrasi hingga sekarang. Dahsyatnya
facebook telah memiliki member yang jumlahnya anda tahu sendiri.
3)
Fungsi
Viral Marketing
1. Untuk meningkatkan Traffic
Viral
marketing tentu saja bisa meningkatkan traffic. Lihat kasus facebook dan
tweeter saya rasa anda pun terpengaruh viral marketing bukan? Namun sebelum itu
tentu saja anda harus membuat halaman website, content atau fitur memiliki
keunikan tersendiri yang membuat pengunjung merasa penasaran dan ingin berkunjung.
2.
Untuk
Meningkatkan Penjualan:
Naiknya jumlah traffic tentu bisa
meningkatkan penjualan atau tergantung bagaimana anda memikat hati pengunjung.
Facebook dan Tweeter adalah contohnya. Facebook merupakan website komunitas
terbesar di dunia dan memiliki pasar sendiri didalamnya dimana setiap member
bisa berjualan baik melalui fitur periklanan yang dibuat facebook maupun
interaksi antar member.
4)
Bagaimana
Cara mengkomunikasikan Viral Marketing???
Viral marketing seperti “virus”
yang menjangkiti seseorang lalu menyebar ke orang lainnya. Seseorang baik
melalui individu maupun secara kolektif akan menyebarkan “virus” itu kepada
yang lainnya jika mereka menemukan apa yang mereka cari.Menurut Google, Keyword
yang paling populer di Indonesia adalah: 3GP, Download 3GP, 3GP video mesum dan
lain sebainya. Jika sesorang menemukan referensi tentang 3GP, Download 3GP
pasti orang tersebut akan mengkomunikasiakannya kepada yang lain dan lainnya
dan lainnya.
Dari contoh 3GP diatas dapat anda
kembangkan sesuai dengan bidang anda masing-masing. Gunakan Facebook, Tweeter
untuk mengkomunikasikannya kedua situs tersebut adalah mediayang tepat untuk
melakukan viral marketing.jadi dengan melakukan hal tersebut viral juga penting
dalam komunikasi pemasaran.
Dalam pemanfaatan internet sebagai
media iklan, sekarang ini telah mengalami evolusi. Salah satu evolusi dalam
internet advertising dalam lima tahun terakhir adalah pemanfaatan Situs
Jejaring Sosial sebagai bagian dari promotional mix (Mangoed dan Faulds,
2009). Ide penggunaan Situs Jejaring Sosial seperti Youtube, Facebook, Twitter
untuk penyebaran informasi produk dikaitkan dengan kemampuan situs ini untuk
memfasilitasi electronic Word of Mouth (eWOM) atau viral marketing diantara
konsumen.
Porter dan Golan (2006) memberikan
definisi awal tentang viral marketing yaitu komunikasi peer-to-peer (antar
konsumen) yang tidak berbayar atas konten provokatif yang diperoleh dari
sponsor tertentu menggunakan internet untuk mempengaruhi audience agar
menyebarkan pesan kepada orang lain. Porter dan Golan (2006) mengenalkan bahwa viral
marketing biasanya diperoleh dari daftar e-mail konsumen loyal atau
situs perusahaan.Situs Jejaring Sosial seperti Facebook memungkinkan konsumen
sasaran menjadi pengirim pesan dengan mengirimkan advertising kepada
teman, menghubungkan teman kepada advertiser secara eksplisit, atau
berkomentar pada iklan (Chu, 2011). Fasilitas dalam Facebook seperti group juga
menjadi media pendukung viral marketing. Dengan Facebook group dapat
memungkinkan advertiser mengirim pesan inbox kepada anggota group.
Ketika anggota group mengirim ulang viral advertising kepada teman lain,
mereka seolah-olah menjadi endorser dalam merk produk yang diiklankan di
Facebook dan meningkatkan keinginan teman lain untuk melihat iklan tersebut.
F.
Interactive
Marketing
Maksud nya adalah pemasaran yang interaktif Dewasa ini, kemunculan
internet menjadi media yang diperhitungkan dalam promosi. Sebagian besar
perusahaan saat ini telah memiliki situs web atau website sebagai
media promosi dan berkomunikasi dengan konsumen. Di negara maju, internet
bahkan mengalahkan seluruh media sebagai referensi untuk mendapatkan informasi
(Morissan, 2010:317). Katri Kerem dalam (Fadlik, 2012:21) mengemukakan beberapa
alasan mengapa internet menjadi media yang sangat efektif dan efisien sebagai
media promosi, diantaranya:
1)
Biaya yang lebih rendah dibandingkan media lain
2)
Sifat interaktif memungkinkan menciptakan dan memelihara suatu hubungan
3)
Kemudahan melacak dan memantau pengguna
4)
Memungkinkan dalam menyajikan informasi dan memberikan kebebasan
kepada
pengguna dalam memilih apa yang mereka sangat sukai.
Kelebihan internet sebagai
media massa yang relatif ber-budget rendah namun memiliki sifat interaktif
tersebut dapat menjadi alternatif yang tepat bagi UKM dalam melaksanakan
strategi komunikasi pemasarannya karena di era digital seperti saat ini,
konsumen lebih banyak mencari informasi melalui internet, baik itu blog,
website perusahaan, ataupun media social lainnya. Selain itu, mereka juga
biasanya mencari informasi dari keluarga atau teman dekat yang pernah
menggunakan produk yang bersangkutan. Melalui informasi yang telah didapatkan,
konsumen akan membuat penilaian dan kesimpulan tentang produk tersebut.
KESIMPULAN
Penjabaran
dari awal tadi hingga akhir mengenai bagaiman kita melakukan strategi pemasaran
menggunakan cara soft selling promotion Soft-selling adalah strategi pemasaran
yang berupa penyampaian pesan yang sifatnya emosional. Strategi ini berupaya
menciptakan respon yang didasarkan pada perilaku, mood, impian, perasaan dan
daya tarik emosional. Soft-selling tidak langsung berdampak pada penjualan.
Dalam praktik, soft-selling ini direpresentasikan dalam bentuk, Misal
advertising/advertorial.Contoh:
Seluruh iklan TV, tujuannya adalah
mengenalkan dan mengingatkan konsumen akan produk atau merek tertentu. Iklan TV
memang tidak langsung berdampak penjualan, namun pesan yang disampaikan
diharapkan dapat menyentuh emosional pemirsa yang pada gilirannya akan
berdampak pada pembelian (penjualan di sisi perusahaan).
Advertorial
sering kita jumpai di beberapa media TV, seperti tayangan tentang kegiatan dan
keberhasilan Usaha Kecil Menengah yang buntut-buntutnya menyampaikan bahwa UKM
yang bersangkutan mendapat permodalan dari Bank tertentu.
Juga cerita artis yang menderita
sembelit atau kegemukan atau masuk angin, namun buntut-buntutnya acting minum
obat-obatan dengan merek tertentu.
Prinsip
dari soft selling adalah mempromosikan produk kita secara halus, tidak
menyampaikan promosi secara langsung, dan tujuan dari soft selling adalah
membangun hubungan yang nyaman dengan calon konsumen, syukur-syukur di lain
kesempatan calon konsumen bisa menjadi konsumen kita. Jadi bagaimana pemirsa
tertarik untuk bisnis Soft selling, jangan takut dan jangan ragu sekarang udah
zaman modern gunakan teknologi yang ada untuk memudahkan dalam pemasaran bisnis
anda. Let’s do it. Mohon maaf jika didalam kepenulisan artikel ini ada
kesalahan dari perkataan maupun tulisan. Thanks to you all.
SUMBER
KUTIPAN ARTIKEL :
Danesi, Marcel. 2012. Pesan tand
a, dan makna: buku teks dasar mengenai semiotika dan teori komunikasi. Yogyakarta: Jalasutra
Jurnal komunikasi pemasaran: Endang
hariningsih, 2013 . internet advertising sebagai media komunikasi pemasaran
interaktif akademi manajemen administrasi (ama) “ypk” Yogyakarta Rhenald kasali. 1992. Manajemen Periklanan.
Jakarta : PT Pustaka Utama Grafiti
Phillip kotler dan Kevin Lane Keller. 2006.
Management Pemasaran. Jilid 1, Edisi Kedua Belas. Jakarta: Penerbit Indeks
Brannan, Tom. 2004.
Integrated Marketing Communication. Jakarta : Penerbit PPM.
Fill, C. 1999. Marketing Communications:
Contexts, Contents, and Strategies. Herthfordshire: Prentice Hall.
Belch, G.E. & Belch, M.A. 2004.
Advertising and Promotion: And Integrated Marketing Communication Perspective.
Boston: McGraw Hill-Irwin.
Sumber
internet:
[1] Fill, C.
1999. Marketing Communications: Contexts, Contents, and Strategies.
Herthfordshire: Prentice Hall.
Hal. 12
[2] Belch,
G.E. & Belch, M.A. 2004. Advertising and Promotion: And
Integrated Marketing Communication
Perspective. Boston:
McGraw Hill-Irwin. Hal. 16
[3] Kotler,
Philip. 2003. Marketing Management. Singapore : Pretince Hall Inc. Hlm.
591
[4] Kotler,
Phillip dan Kevin Lane Keller. 2006. Management Pemasaran. Jilid 1,
Edisi Kedua Belas. Jakarta: Penerbit Indeks Hal. 6
Komentar
Posting Komentar